Pengaruh Perceraian Orang Tua terhadap Perkembangan Psikologi Anak
Keywords:
Cerai Gugat, Perceraian Orang Tua, &, Psikologi AnakAbstract
Berdasarkan Pengadilan Agama Kota Sukabumi angka perceraian di Kota Sukabumi pada tahun 2017 sebanyak 589 kasus, pada tahun 2018 sebanyak 671, dan pada tahun 2019 sebanyak 737 kasus, dan pada tahun 2020 sebanyak 776 kasus. Penyebab terjadinya perceraian adalah karena faktor perselisihan dan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perceraian orangtua terhadap psikologi anak di Pengadilan Agama Sukabumi. Metode pada penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif, sumber data pada penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan secara langsung, dalam hal ini sebagai informan adalah orang yang bekerja di Pengadilan Agama Sukabumi dan sumber data sekunder yang diperoleh peneliti dari teknik dokumentasi berupa buku, arsip, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kenaikan angka perceraian dalam beberapa tahun terakhir di Pengadilan Agama Sukabumi. Sejalan dengan kenaikan jumlah perkara yang diputus terlihat angka cerai gugat (di mana isteri mengajukan gugatan perceraian) jauh lebih tinggi dibanding angka cerai talak dan alasan-alasan perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Sukabumi karena faktor ekonomi, orang ketiga (menikah lagi dan perselingkuhan), dan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





